Laman

Kamis, 07 Mei 2015

proses kognitif

PROSES PENERIMAAN MATERI PERKULIAHAN SECARA KOGNITIF Proses penerimaan suatu obyek melalui indra dari stimulus yang telah di paparkan oleh tenaga pengajar yang ada tentang sebuah perkuliahan serta mengubahnya menjadi symbol-simbol agar lebih mudah di simpan di otak yang sebelumnya erupakan sensasi semata dalam proses perkuliahan di magister psikologi sains Untag Surabaya. Kemudian menyimpan stimulus yang ada dengan mencatat hal tersebut untuk memudahkan otak dalam memilah-milah suatu stimulus yang berbentuk informasi Pada saat Ujian akhir semester otak berfungsi lagi untuk memanggil stimulus yang berbentuk informasi yang dibutuhkan agar dapat untuk mengerjakan Ujian Akhir Semester yang dihadapi. Adapun proses dalam pengingatan sendiri terdapat beberapa pendukung seperti pencatatan indra tentang sebuah perkuliahan untuk dipindah kan ke short term memory. short term memory sendiri adalah transient me-mory atau memori yang tidak kekal. STM hanya menyimpan informasi yang akan segera digunakan pada waktu dekat. Berkonotasi sifat memori yang tidak kekal, working memory menunjukkan bahwa informasi dalam memori siap dipakai, active memory menunjuk-kan unit memori dalam keadaan aktif. Kemudian proses yang harus dilakukan adalah rehearsal yaitu berfungsi pengulangan informasi dalam sebuah ingatan yang digunakan untuk mempertahankan informasi dalam short term memory dan memindahkan informasi tersebut ke long term memory. Long term memory sendiri yaitu memori dimana informasi didalamnya da-lam keadaan pasif, kapasitas penyimpanan tidak terbatas, jangka waktu penyimpanan bersifat lama. Kecepatan pengaktifan memori tergantung dari kekuatan jejak memori (memory trace) yang ada dalam long term memory. Jadi apabila dalam menjalankan Ujian Akhir Semester yang berperan di sini adalah memory trace yang ada dalam long therm memory untuk menghadirkan informasi yang telah disimpan memori dan semua tergantung kepadakecepatan jejak memori akan tetapi apabila suatu informasi tersebut sudah dalam keadaan aktif maka informasi tersebut menjadi bagian dari short term memory. Kapasitas Short term memory menahan sejumlah informasi dimungkinkan oleh kemampuan kita untuk “memotong” (to chunk) informasi tersebut Akan tetapi chunking tidak bisa dilakukan sebelum informasi di Long Term Memory diaktifkan. Proses aktivasi (activation) sebuah informasi berupa materi yang telah di sampaikan oleh dosen membutuhkan waktu. Merecall informasi yang ada dalam Long Term Memory lebih lama dari pada yang ada dalam Short term memory. Sedangkan apabila kita lupa pada materi yang telah disampaikan oleh tenaga pengajar tersebut itu merupakan bukan karena hilangnya informasi dari memori akan tetapi disebabkan karena hilangnya kekuatan untuk mengaktifkan informasi karena ada interference (percampuran) dengan hal-hal lain Pada berjalannya proses inforasi yakni melalui sensasi dan di tangkap panca indra yang biasa disebut dengan sensory retory dan melalui neurals impuls dan dijadikan persepsi dalam sebuah brain Persepsi sendiri adalah proses informasi yang sangat mendasar dala serangkaian penerimaan proses informasi berjalan nya persepsi sangat dipengaruhi oleh familiaritas objek, ukuran,intensitas dan konteks objek. Akan tetapi berjalannya proses informasi tersebut sering terjadi distorsi karena manusia akan mengingat hanya pada sesuatu yang dianggap penting Pada proses persepsi sendiri terdapat 3 bagian yang tidak pernah terpisahkan yaiut pencatatan indera sebuah stiulus yang ada, pengenalan pola sebuah informasi dan perhatian. Perhatian sendiri harus berjalan dengan fokus karena apabila perhatian tidak fokus maka tidak akan mungkin berhasil dengan baik Bila informasi tidak digunakan atau tidak diulang selama waktu tertentu maka kemungkinan akan rusak/hilang, sehingga terjadi kelupaan seperti bila seseorang lupa ateri yang telah disampaikan oleh tenaga pengajar. Semua memori menimbulkan suatu perubahan dalam sistem saraf sentral dan ada kepercayaan bahwa proses informasi meninggalkan “jejak”, beberapa perubahan dalam neuro anatomy akan menjadi kabur jejaknya apabila tidak digunakan. Menurut Decay Theory sesuatu yang tidak digunakan lama kelamaan akan kehilangan kekuatannya. Dari situ dapat kita gambarkan bahwasannya proses penerimaan materi kuliah secara kognitif melalui banyak hal dari penerimaan inforasi stimulus melalui indra dan di pilah-pilah untuk mencoba di simpan dalam short term memory apabila dibutuhkan dan pernah terjadi pengulangan atas informasi yang ada tersebut serta dipanggil kembali ingatan tersebut secara aktif bisa untuk digunakan hal itu masuk pada short term memory akan tetapi pada saat pemanggilan informasi tidak ada karena kurang reinforcment yang terlibat maka hal itu disebut lupa sesuai dengan decay theory.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar