Laman

Selasa, 06 Agustus 2013

KEPRIBADIAN TIDAK BERUBAH SAMPAI TUA

Kepribadian seseorang tidak lagi berkembang mulai usia 25 sampai 65 tahun. Kalaupun ada perubahan, itu hanya terjadi pada kelakuan. “ Hasil penelitian dua psikolog Amerika selama 10 tahun”.
Jika teori relatvitas oleh seorang Einsten mulai diragukan kecanggihannya, begitu pula teori lain. Dewasa ini lonceng kematian berdentang keras bagi teori perkembangan kepribadian model lama, yang selama ini diyakini benar oleh kebanyakan psikologi diseluruh dunia. Menurut teori lama, kepribadian seorang terus berkembang, sejala dengan makin tambahnya usia seseorang. Inilah teori yang kebanyakan bersumeber dari seorang Sigmund Freud yang terkenal itu.
Ilmuwan yang mencoba menggungkap dan merontokkan teori akbar tersebut adalah Paul T. Costa Jr. Dan Robert McCrae,. Keduanya adalaha Psikolog dari National Institute on Aging di Baltimore, Amerika Serikat. Penelitian mereka diilhami oleh dua pendahulunya- James Conley dan duet Geilei-Rose. Ini pun belum termasuk dua lusinan studi kecil lainnya yang bertujuan serupa. Hanya saja, teori yang mereka bangun tak banyak berpengaruh, karena kecilnya jumlah dan tipe responden serta singkatnya waktu.
Tapi duet Costa Jr-McCrae tak tanggung-tanggung. Mereka mewawancarai 10.000 responden yang tersebar di 100 tempat di Amerika Serikat, dan pengujian dilakukan dua kali, tahun 1975 dan 1984. Usia responden adalah 25 sampai 74 taun, berasala dari berbagai lapisan sosial-ekonomi tapi mayoritas responden berasal dari kelas menengah.
Model penelitiannya pun berbeda. Kedua peneliti itu tak menggunakan pengujan klinis, yang lebih banyak mengandalkan pensil dan kertas ujian dalam sebuah ruangan. Sebaliknya para responden langsung diwawancarai secara mendalam dan diamati di tempat tinggalnya. Alasannya karena wawancara bersifat klinis bukan pengujian objektif.
Ini berarti mereka sekalgus membantai hasil jerih payah Erik Erikson salah seorang pelopor aliran Neo-Freadian, yang menghasilkan konsep “krsis identitas” dalam ilmu psikolohi. Erik, yang memberi banyak wawasan baru dalam konsep dasar Sgmun Freud yang hanya mengandalkan konsep pengujian klnis saja.
Sesudah meneliti selama 10 tahun, Costa dan McCrae lalu membandingkan hasil studinya dengan dua lusinan analisa terdahulu. Keduanya dihadapkan dengan kejutan. “orang boleh brpikir kepribadiannya berubah bersama bertambahnya usia. Tetapi sebenarnya yang berubah hanyalah perilaku, yang terjadi karena berubahnya kesehatan, tanggung jawab dan lingkungan. Sedangkan kepribadian dasar tidak.” Ujar Paul Costa yang mengumumkan hasil analisanya dalam majala Journal Of Gerontology juni tahun 1989.
Penelitian terbesar dan terlama pada masa itu membuktikan bahwa mereka yang mempunyai pembawakan tenang dan mapan di usia 25 tahun tak akan berubah pribadinya sampai berusia 65 tahun. Sebaliknya, kalau dalam usia 25 tahun dia labil emosionalnya, maka dia akan terus seperti itu sampai usia dia 65 tahun. Kalaupun ada yang mengalami krsis ataupun masih labil dalam usia itu, menurut Costa biasanya hanya terjadi pada mereka yang lebih emoional.
Nah lalu apa yang dimaksud dengan kepribadian dasar? Kata Costa, hal itu menyangkut tiga unsur: tingkat kecemasan, keakraban dalam pergaulan dan gairah untuk memperoleh pengalaman baru. Sedangkan unsur-unsur lainnya seperti rasa keterasingan, moral dan tingkat kepuasan, bisa berubah-ubah sesuai dengan perjalanan hidup seseorang. Dan unsur-unsur yang bisa berubah itu mencerminkan bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri  dan kehidupannya, yang semua ini tak berpangkal pada kepribaian dasar.
Costa punya beberapa contoh. Mereka yang suka berpetuala pasti akan berpetualang sampai tua, selama kesehatannya memungkinkan . demikian pula orang yang tak doyan pengalaman baru atau berkepribadian dogmatik. “ pandangan stereotip yang bilang bahwa orang makin tua akan makin gampang tersnggung atau jadi kaku sult dipertahankan” ujar Costa. Perubahan besar dalam kepribadian seseorang, kata Costa lagi hanya terjadi pada saat tumbuh dari masa anak-anak ke remaja dan dari remaja ke dewasa.
Hasil kerja lapangan Costa dan penelitian sebelumnya ternyata malah saling mendukung, kendat jenis responden berbeda misalnya Michael Pogue Geile dan Richard Rose, yang meneliti 203 pasangan kembar identik  dan fraternal dikala mereka berusia 20 dan 25 tahun. Kedua psikolog tu membuktikan bahwasannya ketiga unsur utama kepribadian, seperti yang dinyatakan oleh Costa terkait erat dengan unsur genetika yang bersangkutan jadi tak mengherankan kalau kepribadian dasar tidak mungkn berubah.
Kesimpulan Geile dan Rose berpangkal pada perbedaan kepribadian jenis kembar itu. Pasangan kembar identik yang lahir dari satu sel telur, ternyata mengalami kepribadian yang nyaris sama, kendati mereka memilih pengalaman hidup yang berbeda. Sedangkan pada kembar franternal yang lahir dari sel telur yang berbeda, perkembangan kepribadiannya bisa berbeda kendat pengalaman hidup tak jauh berbeda.
Lebih jauh lagi, James Conley salah seorang pelopor yang meragukan teori lama, berteori bahwa pasangan suami istri yang mempunyai kepribadian dasar sama malah bisa berantakan di tengah jalan. Betapa tidak. Hasil penelitiannya selama 35 tahun terhadapa 300 pasangan menunjukkan bahwa mereka yang bercerai umumnya adalah pasangan yang keduannya mempunya kadar emosi payah. “kalau ada pasangan demikian apalagi suami doyan merayu, judi, mabuk, kehilangan perceraian, perceraian sudah sangat sulit dhindari” ujar Conley.
Tapi para penganut teori lama tdak berdam diri saja. Seymon Epstein, misalnya ahli kepribadian dari Universitas Massachusets meragukan keabsahan teori Costa. “Anda harus mengamati seseorang dalam berbagai situasi dan menentukan apakah unsur kepribadian berubah atau tidak”. Ujarnya sebelum hal itu dlakukan, dia yakin semua unsur bisa berubah.

Dan masih ada yang luput dari kajian Costa dan para pendahulunya. Jerih payah mereka hanya menganalisa hdup orang yang kepribadiannya relatif wajar. Akibatnya, tak tergambarkan bagaimana perubahan kepribadian seseorang yang mengalami malapetaka dahsyat misalnya. Kelemahan itu tentu saja pekerjaan tambahan bagi Costa dan para koleganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar